Tag: pelatihan vokasi

  • Peluang Kerja Terbuka! 700 Warga Sukabumi Disiapkan Ikuti Pelatihan Gratis Bersertifikat BNSP

    Peluang Kerja Terbuka! 700 Warga Sukabumi Disiapkan Ikuti Pelatihan Gratis Bersertifikat BNSP

    RadarKota – Kabar baik bagi pencari kerja dan masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pelatihan vokasi bagi 700 warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melalui program Tailor Made Training (TMT) Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Batch 2 Tahun 2026.

    Program tersebut resmi dimulai pada Minggu, 11 Oktober 2026, di Gedung Negara Pendopo Sukabumi. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, hadir dalam peluncuran program bersama Bupati Sukabumi Asep Japar, Wakil Bupati Andreas, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah.

    Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, mengatakan program tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan sesuai kebutuhan masing-masing.

    Menurut rencana, sebanyak 700 orang akan dilatih dan ditingkatkan kemampuannya dalam rangka persiapan mencari kerja maupun berwirausaha,”

    ujar Sigit, Senin, 12 Oktober 2026.

    Pelatihan Dibiayai Pemerintah

    Sigit menjelaskan, biaya pelatihan ditanggung oleh Kemnaker RI. Dalam pelaksanaannya, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi bertugas menghadirkan calon peserta pencari kerja sesuai kebutuhan program.

    Selain mendapatkan keterampilan, peserta direncanakan memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

    Sertifikat kompetensi dapat menjadi dokumen pendukung ketika peserta melamar pekerjaan atau mengembangkan usaha. Meski demikian, kepemilikan sertifikat tidak secara otomatis menjamin seseorang memperoleh pekerjaan karena hasilnya juga bergantung pada kebutuhan industri, kemampuan peserta, dan ketersediaan lowongan.

    Penyandang Disabilitas jadi Prioritas

    Program ini tidak hanya menyasar pencari kerja secara umum. Pemerintah daerah juga menempatkan kelompok penyandang disabilitas sebagai salah satu sasaran pelatihan.

    Menurut Sigit, pelatihan melalui Disnakertrans diprioritaskan untuk mendukung peningkatan kemampuan penyandang disabilitas dan memperluas kesempatan mereka dalam kegiatan ekonomi.

    Hal ini dilakukan agar ada kesetaraan serta peningkatan kemampuan bagi mereka,”

    jelasnya.

    Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses pengembangan keterampilan yang lebih inklusif. Pelaksanaan pelatihan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta, metode pembelajaran, dan fasilitas pendukung yang tersedia.

    UMKM, Petani, dan Nelayan Juga Disasar

    Program pelatihan akan melibatkan sejumlah perangkat daerah sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

    Selain Disnakertrans, Dinas Koperasi dan UKM akan menyasar kelompok pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Dinas Perikanan akan menjangkau kelompok nelayan, sementara Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan akan mendukung peningkatan keterampilan masyarakat di sektor masing-masing.

    Pembagian sasaran tersebut diharapkan membuat pelatihan lebih sesuai dengan kebutuhan peserta, baik untuk memasuki pasar kerja maupun meningkatkan produktivitas usaha.

    Sigit menyebut evaluasi akan dilakukan setelah pelatihan untuk melihat kemungkinan peserta melanjutkan pelatihan ke jenjang berikutnya, bekerja di perusahaan, atau mengembangkan usaha sendiri.

    Ini langkah nyata dalam meningkatkan perekonomian peserta,”

    pungkasnya.

    Pantau Informasi Pendaftaran

    Bagi warga yang berminat, informasi mengenai persyaratan peserta, jenis pelatihan yang tersedia, jadwal pendaftaran, dan mekanisme seleksi perlu dikonfirmasi melalui Disnakertrans Kabupaten Sukabumi atau instansi penyelenggara.

    Masyarakat juga disarankan memastikan informasi pendaftaran berasal dari kanal resmi agar terhindar dari penipuan yang mengatasnamakan program pemerintah.

    Program pelatihan vokasi ini menjadi peluang untuk meningkatkan kesiapan kerja masyarakat. Namun, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, melainkan juga oleh kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan pasar kerja serta tindak lanjut setelah program berakhir.