Tag: Sumatera Barat

  • Warga Diimbau Waspada Banjir Susulan

    Warga Diimbau Waspada Banjir Susulan

    RadarKota — BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras kembali terjadi. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan daerah rawan longsor diminta memperhatikan perubahan kondisi lingkungan serta mengikuti arahan petugas.

    Baca juga: Banjir Terjang Padang: 498 Warga Terdampak dan 120 Rumah Terendam, Tim SAR Bergerak Evakuasi Korban

    Masyarakat juga diharapkan segera menjauh dari aliran sungai apabila debit air meningkat secara tiba-tiba. Informasi mengenai kondisi banjir dan proses penanganan perlu dipantau melalui kanal resmi pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait.

    Baca juga: Banjir Bandang Pernah Melanda Padang pada November 2025

    Hingga laporan ini disusun, angka dampak banjir pada Oktober 2026 mengacu pada pendataan sementara yang dipublikasikan pada 11 Oktober 2026. Pembaruan data mengenai kondisi warga, kerusakan rumah, dan akses infrastruktur tetap diperlukan seiring berlangsungnya penanganan di lapangan.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan hujan lebat mulai mengguyur wilayah tersebut sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Laporan awal kejadian diterima petugas dari wilayah Kuranji pada pukul 12.52 WIB.

    Menurut Hendri, banjir melanda beberapa kelurahan dan menyebabkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Data sementara menunjukkan dampak bencana masih dalam proses pendataan dan dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan.

    Baca juga: Banjir Kota Padang, Warga Dievakuasi

  • Banjir Kota Padang, Warga Dievakuasi

    Banjir Kota Padang, Warga Dievakuasi

    RadarKota – Tim SAR gabungan yang melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak.

    Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan perahu penyelamatan, kendaraan rescue, dan perlengkapan keselamatan air untuk menjangkau lokasi yang terdampak banjir.

    Baca juga: Banjir Bandang Pernah Melanda Padang pada November 2025

    Evakuasi juga dilakukan di kawasan perumahan Lubuk Minturun, serta sejumlah titik di Kuranji dan Koto Panjang Ikua Koto. Petugas berupaya memastikan warga, khususnya kelompok rentan, dapat menjangkau tempat yang lebih aman.

    BPBD turut menyoroti perlunya perbaikan tanggul yang jebol di aliran Sungai Lapau Munggu, Kuranji, untuk mendukung penanganan darurat. Tercatat sebanyak 498 warga terdampak dan 120 rumah terendam berdasarkan pendataan hingga Sabtu malam pukul 22.45 WIB.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 238 warga telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke tempat yang lebih aman. Penanganan darurat dilakukan di sejumlah kawasan terdampak, terutama di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

  • Banjir Bandang Pernah Melanda Padang pada November 2025

    Banjir Bandang Pernah Melanda Padang pada November 2025

    RadarKota — Banjir yang melanda Kota Padang sejak Sabtu, 10 Oktober 2026 bukan yang pertama kali. Kota Padang sebelumnya juga pernah mengalami banjir bandang yang menimbulkan kerusakan serius pada akhir November 2025. Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Sumatera Barat.

    Dalam laporan pada 27 November 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut banjir bandang menerjang permukiman di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Arus deras membawa material berupa batang pohon dan lumpur yang merusak rumah warga.

    Baca juga: Banjir Terjang Padang: 498 Warga Terdampak dan 120 Rumah Terendam, Tim SAR Bergerak Evakuasi Korban

    BNPB saat itu melaporkan empat orang meninggal dunia akibat kejadian di kawasan tersebut. Bencana juga menyebabkan jembatan penghubung di Koto Luar, Kecamatan Pauh, putus akibat terjangan material yang terbawa arus.

    Baca juga: Tiga Kecamatan Terdampak Banjir di Padang

    Ribuan Warga Terdampak

    Sementara itu, data kaji cepat BPBD Kota Padang yang dipublikasikan pada 26 November 2025 mencatat 27.138 jiwa atau 10.811 kepala keluarga terdampak berbagai kejadian bencana. Pendataan tersebut mencakup dampak banjir, banjir bandang, longsor, dan pohon tumbang, sehingga tidak dapat disamakan dengan data banjir Oktober 2026.

    Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Sabtu, 10 Oktober 2026, memicu banjir di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sebanyak 498 warga terdampak dan 120 rumah terendam berdasarkan pendataan hingga Sabtu malam pukul 22.45 WIB.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 238 warga telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke tempat yang lebih aman. Penanganan darurat dilakukan di sejumlah kawasan terdampak, terutama di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

  • Tiga Kecamatan Terdampak Banjir di Padang

    Tiga Kecamatan Terdampak Banjir di Padang

    RadarKota — Sebanyak tiga kecamatan terdampak akibat banjir yang melanda Kota Padang akibat hujan deras sejak Sabtu, 10 Oktober 2026.

    Berdasarkan data sementara BPBD Kota Padang, sebaran warga terdampak tercatat di Kecamatan Kuranji: 245 jiwa, Kecamatan Koto Tangah: 208 jiwa, dan Kecamatan Nanggalo: 45 jiwa.

    Baca juga: Banjir Terjang Padang: 498 Warga Terdampak dan 120 Rumah Terendam, Tim SAR Bergerak Evakuasi Korban

    Secara keseluruhan, sebanyak 498 jiwa tercatat terdampak banjir. Wilayah yang dilaporkan mengalami dampak antara lain Kelurahan Kuranji, Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, dan Tabing Banda Gadang.

    Selain menggenangi permukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan bangunan. BPBD mencatat empat rumah mengalami rusak sedang dan satu rumah rusak berat di Kecamatan Kuranji.

    Akses jalan masyarakat di kawasan Guo, Kuranji, juga dilaporkan terputus akibat terjangan air sehingga menghambat mobilitas warga dan petugas.

    Evakuasi Warga

    Tim SAR gabungan yang melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak.

    Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan perahu penyelamatan, kendaraan rescue, dan perlengkapan keselamatan air untuk menjangkau lokasi yang terdampak banjir.

    Evakuasi juga dilakukan di kawasan perumahan Lubuk Minturun, serta sejumlah titik di Kuranji dan Koto Panjang Ikua Koto. Petugas berupaya memastikan warga, khususnya kelompok rentan, dapat menjangkau tempat yang lebih aman.

    BPBD turut menyoroti perlunya perbaikan tanggul yang jebol di aliran Sungai Lapau Munggu, Kuranji, untuk mendukung penanganan darurat. Tercatat sebanyak 498 warga terdampak dan 120 rumah terendam berdasarkan pendataan hingga Sabtu malam pukul 22.45 WIB.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 238 warga telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke tempat yang lebih aman. Penanganan darurat dilakukan di sejumlah kawasan terdampak, terutama di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

  • Banjir Terjang Padang: 498 Warga Terdampak dan 120 Rumah Terendam, Tim SAR Bergerak Evakuasi Korban

    Banjir Terjang Padang: 498 Warga Terdampak dan 120 Rumah Terendam, Tim SAR Bergerak Evakuasi Korban

    RadarKota — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Sabtu, 10 Oktober 2026, memicu banjir di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sebanyak 498 warga terdampak dan 120 rumah terendam berdasarkan pendataan hingga Sabtu malam pukul 22.45 WIB.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 238 warga telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke tempat yang lebih aman. Penanganan darurat dilakukan di sejumlah kawasan terdampak, terutama di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan hujan lebat mulai mengguyur wilayah tersebut sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Laporan awal kejadian diterima petugas dari wilayah Kuranji pada pukul 12.52 WIB.

    Menurut Hendri, banjir melanda beberapa kelurahan dan menyebabkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Data sementara menunjukkan dampak bencana masih dalam proses pendataan dan dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan.