Golkar Kunci Prabowo untuk 2029, Kursi Cawapres Masih Gelap: Gibran Mulai Kehilangan Pegangan?

Presiden RI, Prabowo Subianto

Written by

in

RadarKota — Peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai memperlihatkan persaingan yang tidak sederhana.

Partai Golkar telah menegaskan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden.

Namun, belum adanya penetapan calon wakil presiden membuka ruang spekulasi mengenai siapa yang akan mendampingi Prabowo pada kontestasi berikutnya.

Pernyataan Golkar menjadi sorotan karena Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ini merupakan pasangan Prabowo dalam pemerintahan.

Meski demikian, dukungan terhadap Prabowo tidak otomatis berarti Golkar telah memutuskan siapa calon wakil presidennya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyatakan, bahwa partainya sudah memiliki posisi politik mengenai pencalonan presiden. Pada 8 Oktober 2026, Doli kembali menegaskan bahwa Golkar mendukung Prabowo untuk Pilpres 2029.

Sementara itu, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai keputusan Golkar tersebut menyisakan pertanyaan tentang posisi Gibran.

Dalam analisisnya, Adi melihat bahwa Golkar telah menyebut nama calon presiden, tetapi belum memberikan dukungan terbuka kepada Gibran sebagai calon wakil presiden.

Nasib Gibran

Secara politik, keputusan mengusung calon presiden dan keputusan menentukan calon wakil presiden merupakan dua hal berbeda.

Partai dapat mendukung seorang kandidat presiden sambil mempertahankan keleluasaan untuk bernegosiasi mengenai pasangan yang akan diusung.

Situasi tersebut membuat posisi Gibran tetap menjadi bahan perbincangan. Apakah ia akan kembali mendampingi Prabowo, mendapat dukungan dari partai lain, atau menghadapi persaingan dengan tokoh baru, semuanya masih membutuhkan keputusan politik resmi.

Bagi koalisi pemerintahan, persoalannya bukan sekadar popularitas kandidat. Pertimbangan mengenai pembagian kekuatan antarpartai, basis pemilih, dukungan organisasi, dan strategi pemenangan juga dapat memengaruhi penentuan pasangan calon.

Ujian Bagi Koalisi

Masih ada waktu sebelum Pemilu 2029. Karena itu, belum tepat menyimpulkan bahwa Gibran telah tersingkir dari persaingan.

Namun, perkembangan sikap partai-partai besar patut dicermati karena keputusan mereka dapat mengubah peta pencalonan.

Pertanyaan yang kini perlu dijawab adalah apakah dukungan Golkar kepada Prabowo nantinya akan diikuti dukungan terhadap Gibran, atau justru membuka peluang bagi figur lain.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *