Zheng Qinwen Juara China Open 2026, Petenis China Pertama yang Menangkan Gelar WTA 1000 di Beijing

petenis china zheng qinwen

Written by

in

RadarKota — Petenis China Zheng Qinwen mencatat sejarah dengan menjuarai China Open 2026 setelah mengalahkan petenis muda Rusia Mirra Andreeva pada final tunggal putri, Minggu, 11 Oktober 2026.

Zheng menang dua set langsung dengan skor 7-5, 6-4 dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam 43 menit. Hasil tersebut memberinya gelar WTA 1000 pertama sepanjang karier dan menjadi gelar keenamnya di tur WTA.

Keberhasilan ini juga menjadikannya petenis China pertama yang menjuarai China Open pada level WTA 1000.

Bangkit Setelah Tertekan

Pertandingan tidak berjalan mudah bagi Zheng. Andreeva sempat unggul 2-0 pada awal set pertama dan memperoleh tiga peluang untuk mengamankan set.

Namun, Zheng mampu bertahan dan membalikkan tekanan. Ia menyelamatkan ketiga peluang tersebut sebelum mengamankan set pertama dengan skor 7-5.

Pada set kedua, kedua pemain saling menekan melalui permainan servis dan pengembalian bola. Zheng kemudian memperoleh break penting pada gim kesembilan dan mempertahankan servis untuk menutup pertandingan dengan kemenangan 6-4.

Kemampuan mengelola tekanan menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan petenis berusia 24 tahun tersebut.

Gelar Penting

Dikutip dari WTA, Senin 12 Oktober 2026, Zheng sempat mengalami penurunan peringkat hingga posisi ke-160 dunia pada pertengahan musim. Menjelang China Open, ia berada di peringkat ke-54.

Gelar di Beijing menjadi titik balik yang penting. Hasil tersebut diproyeksikan membawanya kembali ke jajaran 30 besar peringkat dunia.

Selain itu, Zheng menjadi pemain berstatus wildcard pertama yang menjuarai China Open sejak turnamen tersebut kembali digelar pada 2004. Ia juga tercatat sebagai juara dengan peringkat terendah dalam periode tersebut.

Andreeva Tetap Patut Diperhatikan

Meski gagal meraih gelar, Andreeva tetap memperoleh pencapaian penting dari turnamen ini. Petenis muda tersebut diproyeksikan menembus tiga besar peringkat WTA pada 12 Oktober.

Final China Open memperlihatkan pertemuan dua generasi petenis dengan karakter permainan yang menarik. Bagi Zheng, kemenangan ini memperkuat momentum kebangkitannya. Bagi Andreeva, kekalahan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi turnamen berikutnya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *